Agar Bayi Siap Menerima ASI-Perah
1. Biasakan bayi mendapat ASI perah.
Berikan perahan ASI melalui sendok bukan dot. Kenapa? Bila menggunakan dot dikhawatirkan si kecil akan mengalami bingung puting (bayi bingung antara mengisap puting dengan dot botol). Efek selanjutnya bayi bisa menolak puting ibu (menyusu ASI) jika ia tahu menyusu dari dot botol lebih mudah ketimbang jika harus mengisap payudara ibu.
Proses pemberian ASI perah melalui sendok ini memang tidak mudah. Di hari-hari pertama bisa jadi bayi akan menolaknya. Ia bahkan bisa cemas dan gelisah dengan gejala rewel, tidak mau/tidak bernafsu minum susu. Tapi jangan patah semangat dan terlalu khawatir karena kondisi ini akan berlalu setelah 3-4 hari. Disarankan pemberian ASI perah ini sudah dilakukan jauh-jauh hari sebelum cuti melahirkan ibu habis sehingga dapat melancarkan proses adaptasi bayi. Misalnya dengan membiasakan bayi menerima ASI perah di siang hari sementara malam harinya menetek langsung dari payudara ibu.
2. Perkenalkan dengan dunia luar.
Perkenalkan bayi dengan dunia luar selain kamarnya sehingga ia mengetahui adanya lingkungan selain rumah dan dapat mengenal banyak orang, bukan hanya dirinya, ibunya atau ayahnya.
3. Belajar ditinggal ibu.
Hal ini perlu dilatih minimal satu minggu sebelum hari H. Saat itu ibu harus bisa meyakinkan si kecil, bahwa ibu akan kembali dan akan bersamanya seusai bepergian.
Kondisi ini juga memungkinkan bayi untuk lebih dekat dan berlama-lama dengan orang yang mengasuhnya selama ibu bekerja kelak.
4. Biasakan salam “perpisahan” sebelum berangkat kerja secara wajar.
Cukup ucapkan salam sambil menciumnya. Kalau si kecil menangis, jangan ikut larut dengannya (dengan menunggunya tenang baru pergi, misalnya). Perbuatan seperti itu justru tidak mendidik dan si kecil akan lebih sulit untuk ditinggal bekerja.
sumber: www.menyusui.net


What do you think?