<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>www.tokodea.com &#187; ASI Eksklusif</title>
	<atom:link href="http://tokodea.com/category/asi-eksklusif/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tokodea.com</link>
	<description>...dedicated to breastfeeding...</description>
	<lastBuildDate>Mon, 27 Apr 2009 07:42:10 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Jumlah Kalori Tambahan untuk Ibu Menyusui</title>
		<link>http://tokodea.com/asi-eksklusif/jumlah-kalori-tambahan-untuk-ibu-menyusui/</link>
		<comments>http://tokodea.com/asi-eksklusif/jumlah-kalori-tambahan-untuk-ibu-menyusui/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Apr 2009 07:42:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[ASI Eksklusif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tokodea.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Q: Berapa banyak kalori tambahan yang saya butuhkan saat saya menyusui?
A:
Dulu dipercaya bahwa wanita menyusui membutuhkan kalori dan nutrisi jauh lebih tinggi ketimbang wanita yang tidak menyusui, sehingga disarankan untuk mengkonsumsi 700 &#8211; 1.000 kalori lebih tinggi saat menyusui. Saat ini, diketahui bahwa tidak diperlukan enegi sebanyak itu untuk ibu menyusui, ekstra antara 250 &#8211; 500 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Q:</strong> Berapa banyak kalori tambahan yang saya butuhkan saat saya menyusui?</p>
<p><strong>A:</strong><br />
Dulu dipercaya bahwa wanita menyusui membutuhkan kalori dan nutrisi jauh lebih tinggi ketimbang wanita yang tidak menyusui, sehingga disarankan untuk mengkonsumsi 700 &#8211; 1.000 kalori lebih tinggi saat menyusui. Saat ini, diketahui bahwa tidak diperlukan enegi sebanyak itu untuk ibu menyusui, ekstra antara 250 &#8211; 500 ka;lori dibanding saat sebelum menyusui dinilai telah mencukupi kebutuhan ibu per hari.</p>
<p>Secara umum, dibutuhkan sebanyak 2.200 kalori per hari bagi ibu menyusui, bahkan lebih rendah menjadi sekitar 1.800 kalori saat ibu memulai diet-nya. Kualitas nutrisi ASI akan tetap terjaga dengan baik, dan sering kali tidak terpengaruh, bahkan pada saat jumlah <em>intake </em>kalori ibu tidka mencukupi.</p>
<p>Komite Status Gizi Ibu selama Hamil dan Menyusui, Institute of Medicine (US), menyatakan “kagum pada fakta bahwa ibu mampu memproduksi ASI dengan kualitas dan kuantitas yang cukup untuk kebutuhan tumbuh kembang baiknya dengan baik, bahkan pada saat jumlah nutrisi dan energi yang terbatas.” (1991)</p>
<p>sumber: <a title="www.menyusui.net" href="http://www.menyusui.net" target="_blank">www.menyusui.net</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tokodea.com/asi-eksklusif/jumlah-kalori-tambahan-untuk-ibu-menyusui/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ukuran Lambung Bayi</title>
		<link>http://tokodea.com/asi-eksklusif/ukuran-lambung-bayi/</link>
		<comments>http://tokodea.com/asi-eksklusif/ukuran-lambung-bayi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Apr 2009 07:29:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[ASI Eksklusif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tokodea.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[ 
etika para ibu mendengar bahwa kolostrum dihasilkan dalam jumlah kecil (ukuran yang digunakan sendok teh), mereka khawatir apakah jumlah tsb dapat memenuhi kebutuhan bayi mereka. Jawaban singkatnya: kolostrum adalah satu-satunya makanan yang dibutuhkan bayi cukup bulan. Berikut ini penjelasannya:
Kapasitas lambung bayi berusia 1hari adalah 5-7mL, atau sebesar kelereng. Menariknya, peneliti menemukan bahwa lambung bayi baru lahir [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> </p>
<p>etika para ibu mendengar bahwa kolostrum dihasilkan dalam jumlah kecil (ukuran yang digunakan sendok teh), mereka khawatir apakah jumlah tsb dapat memenuhi kebutuhan bayi mereka. Jawaban singkatnya: <strong><span style="color: #ff0000;">kolostrum adalah satu-satunya makanan yang dibutuhkan bayi cukup bulan</span></strong>. Berikut ini penjelasannya:</p>
<p>Kapasitas lambung bayi berusia 1hari adalah 5-7mL, atau sebesar kelereng. Menariknya, peneliti menemukan bahwa lambung bayi baru lahir tidak melar untuk dapat menampung lebih banyak. Karena dinding lambung bayi tetap, kelebihan susu seringkali dibuang (dimuntahkan kembali). Kolostrum merupakan makanan pertama bayi dalam jumlah yang tepat.</p>
<p><img class="alignleft" title="Ilustrasi Ukuran Lambung Bayi" src="http://i2.photobucket.com/albums/y48/nidhea/article/infantstomachcapacity.jpg" alt="" width="300" height="150" /></p>
<p>Pada hari ke-3, ukuran lambung bayi berkembang menjadi 0,75-1oz (sekitar 20-30mL). Pemberian ASI dalam jumlah kecil dan sering menjamin bayi mendapatkan susu yang dibutuhkannya.</p>
<p>Pada hari ke-7, ukuran lambung bayi sekitar 1,5-2oz (sekitar50-60mL), atau seukuran bola pingpong. Susui bayi sesering mungkin untuk memenuhi kebutuhannya. Dan produksi ASI akan meningkat seiring dengan meningkatnya kebutuhan bayi.</p>
<p> </p>
<p>sumber: <a title="www.menyusui.net" href="http://www.menyusui.net" target="_blank">www.menyusui.net</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tokodea.com/asi-eksklusif/ukuran-lambung-bayi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mempersiapkan ASI-P Ibu Saat Kembali Bekerja</title>
		<link>http://tokodea.com/asi-eksklusif/mempersiapkan-asi-p-ibu-saat-kembali-bekerja/</link>
		<comments>http://tokodea.com/asi-eksklusif/mempersiapkan-asi-p-ibu-saat-kembali-bekerja/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2009 07:26:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[ASI Eksklusif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tokodea.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Mempersiapkan diri sendiri menjadi penting karena emosi ibu sangat berpengaruh pada bayi. Jika di kantor ibu resah, gelisah dan tidak nyaman berpisah dengan si kecil, kemungkinan besar ia akan merasakan hal yang sama di rumah sehingga menjadi rewel. Maka dari itu, ibu yang sudah harus masuk kerja kembali perlu melakukan beberapa persiapan, yaitu:
1. Persiapkan mental [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mempersiapkan diri sendiri menjadi penting karena emosi ibu sangat berpengaruh pada bayi. Jika di kantor ibu resah, gelisah dan tidak nyaman berpisah dengan si kecil, kemungkinan besar ia akan merasakan hal yang sama di rumah sehingga menjadi rewel. Maka dari itu, ibu yang sudah harus masuk kerja kembali perlu melakukan beberapa persiapan, yaitu:</p>
<p>1. Persiapkan mental untuk meninggalkan bayi. Pupuklah rasa percaya bahwa sang buah hati akan baik-baik saja di rumah.</p>
<p>2. Mulailah belajar memerah dua minggu sebelum cuti berakhir. Ketika bayi tidur dan payudara terasa membengkak, segera perahlah payudara lalu simpan ASI perah di kulkas. Esok siangnya berikan pada bayi.</p>
<p>3. Bekerja sama dengan pengasuh. Tekankan pada pengasuh soal pemberian ASI eksklusif (ini berarti bayi tidak boleh mendapatkan susu formula/makanan apa pun selain ASI selama ibu bekerja). Jika yang mengasuh si kecil adalah orangtua sendiri atau mertua yang pengetahuan akan ASI eksklusif masih terbatas, jelaskanlah secara baik-baik. “Bu, bayi 3 bulan harus masih ASI eksklusif karena ia belum siap mencerna makanan selain ASI,” misalnya. Intinya kerja sama yang baik dengan pengasuh amat menentukan keberhasilan ibu untuk menyusui secara eksklusif.</p>
<p>4. Jika menggunakan jasa babysitter pilihlah yang kompeten dan profesional. Akan lebih baik, jika sudah memanfaatkan jasa babysitter tersebut sejak kelahiran si kecil agar dapat memerhatikan cara kerja dan sikapnya. Berikan “perluasan” tugas dan kewajiban kepada pengasuh bayi setidaknya seminggu sebelum ibu kembali bekerja. Dengan demikian bayi dapat belajar membiasakan diri dengan sentuhan dan suara orang lain selain ibunya.</p>
<p>5. Tetap memberikan ASI meski dengan cara dan waktu yang berbeda. Memberikan ASI sangat membantu ibu untuk tetap membentuk ikatan batin dengan bayi. Saat kembali bekerja ibu masih dapat memberikan ASI secara langsung di waktu-waktu tertentu, semisal sebelum pergi ke kantor atau malam hari sepulang dari kantor. Di sela jam kerja, ibu masih dapat merasakan kedekatan dengan si kecil saat memerah ASI.</p>
<p>sumber: <a title="www.menyusui.net" href="http://www.menyusui.net" target="_blank">www.menyusui.net</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tokodea.com/asi-eksklusif/mempersiapkan-asi-p-ibu-saat-kembali-bekerja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Agar Bayi Siap Menerima ASI-Perah</title>
		<link>http://tokodea.com/asi-eksklusif/agar-bayi-siap-menerima-asi-perah/</link>
		<comments>http://tokodea.com/asi-eksklusif/agar-bayi-siap-menerima-asi-perah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Apr 2009 07:20:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[ASI Eksklusif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tokodea.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[1. Biasakan bayi mendapat ASI perah.
Berikan perahan ASI melalui sendok bukan dot. Kenapa? Bila menggunakan dot dikhawatirkan si kecil akan mengalami bingung puting (bayi bingung antara mengisap puting dengan dot botol). Efek selanjutnya bayi bisa menolak puting ibu (menyusu ASI) jika ia tahu menyusu dari dot botol lebih mudah ketimbang jika harus mengisap payudara ibu.
Proses [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>1. Biasakan bayi mendapat ASI perah.<br />
<span style="font-weight: normal;">Berikan perahan ASI melalui sendok bukan dot. Kenapa? Bila menggunakan dot dikhawatirkan si kecil akan mengalami bingung puting (bayi bingung antara mengisap puting dengan dot botol). Efek selanjutnya bayi bisa menolak puting ibu (menyusu ASI) jika ia tahu menyusu dari dot botol lebih mudah ketimbang jika harus mengisap payudara ibu.</span></strong></p>
<p>Proses pemberian ASI perah melalui sendok ini memang tidak mudah. Di hari-hari pertama bisa jadi bayi akan menolaknya. Ia bahkan bisa cemas dan gelisah dengan gejala rewel, tidak mau/tidak bernafsu minum susu. Tapi jangan patah semangat dan terlalu khawatir karena kondisi ini akan berlalu setelah 3-4 hari. Disarankan pemberian ASI perah ini sudah dilakukan jauh-jauh hari sebelum cuti melahirkan ibu habis sehingga dapat melancarkan proses adaptasi bayi. Misalnya dengan membiasakan bayi menerima ASI perah di siang hari sementara malam harinya menetek langsung dari payudara ibu.</p>
<p><strong>2. Perkenalkan dengan dunia luar.<br />
<span style="font-weight: normal;">Perkenalkan bayi dengan dunia luar selain kamarnya sehingga ia mengetahui adanya lingkungan selain rumah dan dapat mengenal banyak orang, bukan hanya dirinya, ibunya atau ayahnya.</span></strong></p>
<p><strong>3. Belajar ditinggal ibu.<br />
<span style="font-weight: normal;">Hal ini perlu dilatih minimal satu minggu sebelum hari H. Saat itu ibu harus bisa meyakinkan si kecil, bahwa ibu akan kembali dan akan bersamanya seusai bepergian.</span></strong></p>
<p>Kondisi ini juga memungkinkan bayi untuk lebih dekat dan berlama-lama dengan orang yang mengasuhnya selama ibu bekerja kelak.</p>
<p><strong>4. Biasakan salam “perpisahan” sebelum berangkat kerja secara wajar.<br />
<span style="font-weight: normal;">Cukup ucapkan salam sambil menciumnya. Kalau si kecil menangis, jangan ikut larut dengannya (dengan menunggunya tenang baru pergi, misalnya). Perbuatan seperti itu justru tidak mendidik dan si kecil akan lebih sulit untuk ditinggal bekerja.</span></strong></p>
<p><strong><span style="font-weight: normal;">sumber: <a title="www.menyusui.net" href="http://www.menyusui.net" target="_blank">www.menyusui.net</a></span></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tokodea.com/asi-eksklusif/agar-bayi-siap-menerima-asi-perah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
